Reminder

"...mbak Put itu kelihatan lemah di luar, fragile, tapi sebenernya kuat di dalam, nggak keliatan." - Pitriyani Nurul Pajar, sambil megang tangan saya dan mencoba menginterpretasikan diri saya.

sorry ya bukan pamer kok..you must admit it that it's true.
bingoo..hmm, just kidding. whether it's true or not, i mark your words Pit. hehe. bukan cuma karena kata-kata itu berupa compliment buat saya, tapi karena menjadi reminder. Kalopun benar, saya jadi sadar, kalo salah, yasudah saya kan jadi termotivasi untuk grow wiser and stronger. Harusnya selama ini memaparkan diri dengan reminder-reminder semacam ini biar nambah kekuatan.

Exposure terhadap apa yang bikin kita tambah lemah, dan apa yang bikin kita tambah kuat, existencenya sama. Sama-sama ada, sama-sama hadir di dunia ini, sama-sama berpengaruh buat manusia. Tapi mau kontak dengan exposure yang mana, kita nggak tahu dong, still unmodifiable. Tahu-tahu dapet masalah, tahu-tahu dapet berkah. We never know.

Tapi ada hal yang modifiable, yaitu maintenance terhadap exposure. Ini yang saya belum bisa lakukan, mungkin masih memaintain kontak dengan weaker agent dan mungkin malah tidak memaintain kontak dengan stronger agent. Huh, life is so hard ._. Tapi sayukurlah Alloh mempertemukan saya dengan reminder-reminder stronger agent belakangan ini dan weaker agent sesungguhnya. Setidaknya it reminds me, dan berbuah tulisan ini. Dan juga mendapat pelajaran bahwa kita memang harus memutuskan, even when it has to be a "no".

Apapun yang terjadi hari ini (not literally 'hari ini'), masih sah-sah aja kok untuk terjadi, karena semuanya akan jadi pembelajaran untuk hari nanti. Asal menepati ground rules kehidupan dan tidak berjalan tanpa arah. Apapun yang terjadi, mau mohon banget sama Alloh untuk menenangkan hati dan pikiran.

"Wahai jiwa yang tenang . Kembalilah kepada Tuhanmu dengan rasa puas, dengan segala nikmat yang diberikan, lagi diredhaiNya. Masuklah ke dalam jemaah hamba-hambaKu. Masuklah ke syurgaKu.." - QS Al-Fajr:30


Comments

  1. terkadang omongan teman kitalah yang menyadarkan siapa kita sebenarnya, :D

    ReplyDelete
  2. Iya jadi tahu jelek bagusnya diri sendiri gus hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment