Posts

Showing posts from 2019

End Year Wisdom

Salah satu pelajaran hidup yang penting banget di tahun ini ternyata ku dapatkan di penghujung tahun 2019. Such a perfect closing lesson. It wraps up my 3 resolutions at the beginning of this year. So, let's wrap it up. Tiga resolusiku awal tahun ini bertujuan biar aku lebih rasional dalam menyikapi kehidupan sehari-hari. Sedikit banyak ini dipengaruhi oleh suamiku, yang jadi panutanq because dia tidak baperan, tidak takes things personally. He just takes things as they are. Jadi hidupnya nyaman dan ga baperan, dan tentunya akan encountered by orang-orang yang ga baperan juga (karena yang baperan akan minggir duluan). And today, I learned two lessons . Pertama, untuk ga ngabisin waktu untuk hal yang kurang penting. Kedua, untuk ga ngasih saran kalo ga diminta. Kok tiba-tiba ngomong gitu? Pengalaman hidup, baru kejadian soalnya. Daripada kesel sendiri, mending diungkapkan, dengan saluran yang tepat tentunya. Biar baik buat diri ini. Hehehe Pertama, spend time wisely. Gaus

Pinterest is My Favorite

Image
Zaman sekarang kehidupan sehari-hari kita nggak bisa lepas dari media sosial. Medsos bukan lagi sekedar pelengkap tapi juga kebutuhan. Bicara tentang kebutuhan setiap orang pasti beda-beda ya. Sebutlah kebutuhan bersosialisasi, pekerjaan, nyari referensi, atau bahkan kebutuhan untuk refreshing aja. Dan para pengembang medsos kayaknya semakin mengerti banget akan hal ini sehingga mereka selalu berusaha memenuhi apa yang dibutuhkan konsumennya. Dari sekian banyak media sosial yang ada, ada beberapa yang aku suka. Salah satu diantaranya adalah Pinterest. "Apa tuh Pinterest?" adalah pertanyaan yang sering kuterima kalau aku menyebutkan Pinterest. Sempet bingung juga kalo ngejelasin apa itu Pinterest. "Mirip Instagram?"..hmm iya sih karena dia memajang foto atau gambar. Tapi nggak setipe juga. "Trus ngapain kalau pake Pinterest?"...kita bisa cari referensi yang banyak. "Kan bisa di Google? Google image?". Nah sederet pertanyaan itu lah ku

Kondangan Alone

Hari ini aku nemenin suamiku kondangan di pernikahan temen seangkatannya di Bandung. Sebenernya selain kondangan, suamiku ini juga dapet kehormatan (((kehormatan))) jadi groomsmen bareng temen seangkatan lainnya. Hal itu lah yang bikin kami berdua memutuskan weekend ini nunda jadwal jalan-jalan yang udah direncanakan sejak bulan Ramadan kemarin. Singkat cerita, aku juga ikut dateng dong ya di nikahan temen suamiku itu. Sekitar jam 11 siang kami bergegas ke lokasi pernikahan. Tentunya setelah drama nyari selop dulu, walhasil karena ga ketemu, pake teplek deh aku - yang sebetulnya lebih nyaman daripada pake sepatu berhak > 3 cm. Sesampainya di lokasi, aku berinisiatif menawarkan ke suamiku biar gabung sama temen-temennya aja. Lagipula mereka pasti udah janjian sebelumnya. Suamiku awalnya ngajakin aku nimbrung aja diantara temen-temennya itu, tapi secara alamiah aku perlahan jadi krik-krik karena perlahan juga aku mulai ga ngerti mereka ngobrolin apa. Wkwkwk. Jadi aku memutuska

Kupas Tuntas Persiapan Pernikahan (1/3)

Image
Judulnya udah macem artikel web-web ternama nggak sih? Hehehe. Bahas cerita tentang acara pernikahan emang seolah nggak ada habisnya. Kenapa? Soalnya...pertama, yang perlu disiapin banyak banget. Kedua, banyak pilihan tentang banyak hal. Ketiga, banyaknya pihak yang terlibat sehingga kadang banyak keinginan-keinginan dari mereka. Hal-hal itu emang kadang bikin persiapan pernikahan terasa ribet. Tapi tenang aja, kita bisa melewati itu semua dengan kepala dingin biar lancar sampai akhir. Menurutku, hal-hal yang perlu disiapkan sebelum acara pernikahan bisa dibagi menjadi 3 kategori: pra acara, selama acara, dan post acara. Kita breakdown begitu biar bisa mengatur prioritas dan timeline penggarapannya. Oya, ini semua kutulis berdasarkan pengalamanku ya. Mungkin sedikit banyak mirip sama pernikahan pada umumnya, tapi detilnya pasti kembali ke masing-masing pasangan dan keluarga. PRA ACARA 1. Pasangan Plis jangan dihujat dulu :D Menyiapkan pasangan itu hal yang penting ba

Cacar Monyet (Monkeypox)

Image
Beberapa hari terakhir sedang ramai diberitakan penyakit cacar monyet. Tapi apa sih cacar monyet atau monkeypox itu? Sudah masuk Indonesia belum ya penyakitnya? Berikut adalah ringkasan tentang cacar monyet dengan sumber dari situs WHO, Kemenkes RI, CDC, NHS UK, Kompas, dll yang insya Allah terpercaya. Apakah penyakit Cacar Monyet itu? Cacar monyet ( Monkeypox ) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox (Monkeypox Virus - MPXV) yang masuk dalam kelompok genus Orthopoxvirus , genus yang sama untuk virus Variola atau Smallpox - dinyatakan tereradikasi tahun 1980. Kenapa kok tiba-tiba ramai berita tentang Cacar Monyet? Tanggal 9 Mei 2019, Ministry of Health Singapura melaporkankepada WHO bahwa telah ditemukan 1 kasus Cacar Monyet di negaranya, yang sudah terkonfirmasi oleh laboratorium. Berawal dari sebuah kasus yang ditemukan, yaitu seorang laki-laki Nigeria berusia 38 tahun yang dibawa ke rumah sakit dengan keluhan demam, pegal badan, menggigil dan ruam-ruam me

Gratitude Journal

Image
Beberapa hari terakhir, aku lagi tergugah buat menulis gratitude journal dengan lebih teratur. Kenapa? Karena belakangan aku lagi kurang  grateful dengan banyak hal. Hehehe...Atau lebih tepatnya lupa bahwa banyak hal yang harus disyukuri. Kalau udah lupa, bawaannya pengen mengeluh deh - yang mana kurang sehat buat diri kita, ya kan. Padahal pada saat yang sama, kita lagi menikmati hal-hal yang seringkali taken for granted, apapun deh misalnya, seperti badan yang sehat, makan yang cukup, the list goes on . At first I thought it would be too cheezy, but I gave it a try and it gave me positive feedbacks that makes me feel better, so why not? Apa sih sebenernya Gratitude Journal itu? (selanjutnya kusingkat GJ ya :D) Kalo diterjemahin ke bahasa Indonesia artinya "jurnal bersyukur", mungkin kedengerannya aneh ya :D Kalau definisi wikipedia sih begini,  A gratitude journal is a diary of things for which one is grateful. Gratitude journals are used by individuals who wis

Resolusi 2019

Image
Resolusi 2019: mewujudkan resolusi tahun 2018 yang belum tercapai. Hmm..bener juga sih :D tapi kenapa resolusi 2018 ada yang belum tercapai? Kebanyakan kali ya resolusinya jadi berat untuk diwujudkan *curcol. Ngga kok. Resolusi 2018 ku alhamdulillah tercapai, yaitu lebih sayang orang tua dan kurang-kurangin ngeyel sama orang tua lagi. Susah tuh buatku, anaknya emang suka ngeyel dan protes kalo ke orang tua huhu nyesel banget kalo inget jaman-jaman jadi remaja pembangkang. Jadi, bisa selaras seirama sama orangtua, menurunkan ego, nurut, itu pencapaian besar buatku.  Lalu, menikah, selesai internsip, itu resolusi bukan? Menurutku, lebih ke tahapan hidup sih , itu kan nyata ya, terprogram dan terencana. Tanpa aku merenung pun, aku tahu kalo aku butuh menikah dan butuh untuk segera bekerja. Jadi, tampaknya fokus resolusi di quarter life -ku lebih ke hal-hal yang menunjukkan kualitas diri. Karena ya..kalo tahapan hidup tuh, semua orang bisa melalui. Memulai kerja, berkeluarga,