Posts

Ruled Paper and Calibration

I usually prefer blank papers most.  I can easily draw anything, write in many form of fonts, make any mistake(s) and turn them into something else.  I just can do a lot with a piece of blank paper.  I used to do it in kindergarten, back to the age of 5 years.  No colors were restricted, I could color and write at the same time. I could use crayons, color pencil, pen, anything Eraser was introduced later, to correct, or to replace? Or to cover mistakes? Could we just ignore eraser, and accepting that we did mistakes and write the corrections just right there? And then elementary school began Ruled papers were then introduced To train the students to write neatly, to teach me the consistence of hand-writing fonts Until now and forever in life But what if, um no no, I meant can I just prefer blank paper, for any use It indeed let me free to write and draw about just any ideas Though everything in this universe needs to be balanced Th...

My 2016 Kaleidoscope

Yes, 2016 has been a ....... year. Wait, what kind of year my 2016 is? I will break it down into months. January : Nothing special. Was currently in internal medicine rotation. February : Nanda was not getting better. March : Nanda passed away. This was a novel life lesson for me. And you know what I miss her so much. April : My 24th birthday. I reached this age hoping that my road to 25th will be a lot better. May : My obgyn rotation. June : I had good times in jejaring. July : UKMPPD. By this time I realized I should have learned in smarter ways, I never regret anything though but it’s another life lessons for sure. August : I passed the exit exam. Yes, time to exit this school. This exit exam really comprehended my knowledges. How could it be not? September : I was almost welcomed by an ophtalmologist as her research assistant. But Allah instead placed me in a better place. I still dream to be an ophtalmologist though, it’s just I have to ride different ...

Ibu and Her Instinct

Hari ini aku masih batuk-batuk dengan keluhan penyerta dadanya pegal-pegal akibat kecapean batuk. Haha...keluhan macam apa sih zzz. Tapi seriusan ini adalah batuk tertidaknyaman yang pernah aku alami, abisnya buat sekali batuk maneuver Valsavanya kerasa banget, harus mengerahkan otot dada dan otot perut (bentar lagi six pack akibat batuk wkwk). Tapi untungnya selama sakit ditemenin teman-teman kosanku, kita abis pergi ke suatu tempat dan batuk-batuk ini terbayar dengan pergi bareng mereka untuk menghabiskan weekend bareng. Yeay senangnyaa. Sst...aku juga ga cerita ke ibu kalau aku sakit, abisnya nanti ibu jadi khawatir. Padahal dulu pusing dikit udah manja selalu laporan. Tapi yang namanya seorang Ibu, pasti kerasa kalo anaknya sakit. A worried mother does a better research than an FBI!  Kemarin sore... Dari kemarin sengaja ga telpon ibu biar ibu ga tau suaraku yang jadi serak-serak menyedihkan gini. Pas membaik baru deh minta ditelpon, tapi ibu tau aja suaraku abis serak...

Magang di Pusdi Infeksi Klinik

Today is my favorite day J Alhamdulillah ya 1,5 tahun koas sudah dijalani dan sekarang saatnya aktualisasi diri. Hehe. Seperti kamu tahu bahwa tahapan sekolah kedokteran ini masih sama seperti yang dulu, Pendidikan Dokter 3,5 tahun à Profesi 1,5 tahun à Internship 1 tahun à kerja  à  residensi --> kerja, 6 years in total buat jadi dokter umum. Where am I now? Di panah kedua tuh diantara profesi dan internship. Yeaay! Sambil nunggu internship mau ngapain? Pertanyaan paling sering hm. Mengisi panah itu ternyata bisa dengan banyak hal. Ada yang usrip jaga klinik, ada yang magang penelitian di Eyckman, ada yang menekuni bidang lain non medis, seperti aku kan sebenernya pengen banget kursus menjahit. Suka deh sama jahit-menjahit nih, kedepannya pengen bisa jahit baju dan jahit manusia :”) These hands are crafty enough and want to use its dexterity for the good of humanity . Kembali ke bahasan utama, sekarang aku lagi magang di Pusat Studi Infeksi Klinik FK Unpad...

Nanda

19 tahun 6 bulan 23 hari 8 Agustus 1996 – 2 Maret 2016 Tahun 2009, atau sebelumnya... Nanda : “Mba Putik, Nanda mboten bubu-bubu” Putri     : “Berdoa lah, mengkin kan bubu” Nanda : “Nek mba Putik pun bubu tapi Nanda dereng kepripun dong?” Putri     : “Nggeh pun, cekelan astone mba Putik mawon, kados niki oke? (lalu kami bergandengan tangan – tidak kencang, padahal mau tidur lho). Nek dereng bubu Nanda nggegem lebih kenceng astone mba Putik, nek mba Putik mbales berarti mba Putik juga dereng bubu” Nanda : “Nggeh lho, saestu?” Putri     : “Saestu! Pun merem.” Beberapa menit kemudian... (Nanda menggenggam tangan mba Putik lebih kencang) (Mba Putik membalas menggenggam kencang tangan Nanda) “Dereng bubu kok..” Lalu kita tidur berhadap-hadapan dan cekikikan sampe ditegur Ibu. Dan keesokan harinya.. Kita sama-sama tertidur pulas. Sama-sama susahnya dibangunin sama Ibu – sampai pernah ibu masukin garam...